Kamis, 15 Desember 2022

Kenali 4 Sumber Dana untuk Biayai BUMDes Anda

BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa adalah usaha yang dijalankan dan dikelola secara bersama oleh Pemerintah Desa. Saat ini, BUMDes telah banyak dimanfaatkan sebagai sumber pemasukan utama bagi banyak desa di Indonesia. Meski pada tujuannya, pendiran BUMDes tidak sekadar terfokus pada upaya meningkatkan penghasilan asli desa, tetapi juga mengembangkan potensi serta sumber daya manusia.

Meski pada tujuannya, pendiran BUMDes tidak sekadar terfokus pada upaya meningkatkan penghasilan asli desa, tetapi juga mengembangkan potensi serta sumber daya manusia. Misalnya, BUMDes Mutiara Welirang yang berada di Desa Ketapanrame, Kabupaten Mojokerto, mengandalkan BUMDes-nya untuk meningkatkan potensi pariwisata yang dimiliki oleh desa tersebut. Agar BUMDes Mutiara Welirang dapat berjalan, maka dibutuhkan sumber dana yang jelas untuk dapat menjalankan unit usaha serta berbagai kegiatan di dalamnya.

Apabila anda belum pernah terlibat secara langsung dalam usaha BUMDes, anda mungkin kerap bertanya-tanya tentang modal atau sumber dana yang digunakan BUMDes dalam menjalankan roda usahanya, terutama BUMDes Mutiara Welirang. Bukan hal yang aneh jika anda ingin tahu lebih banyak. Scroll artikel ini untuk menuntaskan rasa penasaran anda!

Seberapa Penting Sumber Dana BUMDes?

Sumber dana atau modal adalah elemen penting yang harus dipersiapkan untuk memastikan kegiatan usaha BUMDes dapat terus berjalan. Tanpa adanya sumber dana yang jelas, kegiatan usaha apapun tidak akan dapat dijalankan sesuai dengan harapan. Melalui artikel singkat ini, admin akan membagikan insight seputar sumber dana yang bisa  anda jadikan sebagai modal untuk menjalankan usaha BUMDes di desa anda. Yuk, simak bersama-sama.

Dari Mana Sumber Dana BUMDes Berasal?

  1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Beberapa orang mungkin belum mengetahui bahwa Dana Desa yang dikucurkan pemerintah untuk mengembangkan desa-desa di Indonesia berasal dari APBN. Aturan pendanaan desa sendiri pertama kali ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 2014 lalu, tepatnya melalui UU No. 6 Tahun 2014. Dana yang berasal APBN ini nantinya akan di-transfer ke dalam APBD Kabupaten/Kota. Setelahnya, dana tersebut disalurkan ke desa-desa untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan masyarakat, dan juga kegiatan swadaya masyarakat, termasuk BUMDes.

  1. Pinjaman Modal Usaha

Bank telah lama dikenal oleh masyarakat sebagai tempat untuk mengajukan pinjaman, khususnya pinjaman untuk menjalankan usaha. Sama seperti usaha lainnya, anda juga dapat meminjam modal usaha kepada bank untuk mendirikan BUMDes anda, lho. Untuk meminimalisir resiko kredit macet, anda dapat mengajukan pinjaman Kredit Tanpa Angunan (KTA) yang banyak dinilai lebih menguntungkan dan minim resiko.

  1. Tabungan/Gotong Royong Masyarakat Desa

Apabila masyarakat di sebuah desa telah sepakat untuk mendirikan BUMDes secara bersama-sama, modal dapat dikumpulkan secara sukarela dari masyarakat desa. Dana yang telah dihimpun dapat dikelola oleh Pemerintah Desa atau organisasi BUMDes untuk dialokasikan pada usaha yang hendak dijalankan. Apakah desa anda berminat untuk mengumpulkan dana secara sukarela?

  1. Hibah dari Pihak Ketiga

Hibah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebut sebagai bentuk pengalihan hak secara sukarela kepada orang lain. Dalam dunia bisnis, hibah dapat dipahami sebagai pemberian dana kepada pelaku usaha secara sukarela untuk kepentingan usahanya. Melalui hibah, usaha BUMDes anda akan dimodali oleh pihak penghibah secara cuma-cuma; tanpa mengharapkan keuntungan. Hibah usaha sendiri terbagi menjadi dua, yaitu hibah umum untuk usaha yang telah berjalan selama 2 tahun dan hibah khusus untuk usaha yang memenuhi persyaratan tertentu.

  1. Investor

Berbeda dengan hibah, invest berarti menanam modal. Harapan dari dilakukannya investasi adalah memperoleh keuntungan setelah usaha sudah berjalan. Melalui cara ini, anda harus mencari pihak yang bersedia memenamkan modal untuk usaha BUMDes anda. anda tidak perlu khawatir, saat ini, Kemendes PDTT telah bekerjasama dengan Kementerian Investasi untuk mempermudah anda selaku pengelola BUMDes dalam mencari investor, lho. Kabar baik untuk pelaku BUMDes!

Kelima info di atas adalah beberapa sumber dana yang dapat anda jadikan modal untuk menjalankan usaha BUMDes anda. Setelah mengetahui informasi mengenai sumber dana BUMDes, anda tidak perlu khawatir mengenai sumber dana mana yang ingin anda manfaatkan untuk mendirikan BUMDes di desa anda. Terlebih saat ini berbagai kegiatan yang dicanangkan Pemerintah Desa didukung penuh oleh Pemerintah Pusat dalam mewujudkan desa yang maju dan sejahtera. Anda juga dapat memperkaya pengetahuan seputar sumber dana BUMDes dengan membaca artikel lain yang relevan seperti Faktor Penyebab Penyalahgunaan Dana Desa dan Prinsip Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk BUM Desa.

Rabu, 14 Desember 2022

Buah Kesuksesan "1 Miliar" dari BRI untuk Desa Ketapanrame



Desa Ketapanrame yang terletak di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto berhasil menjadi Runner Up Desa BRIlian 2021 tahap ke-2 yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), bersamaan dengan perayaan ulang tahun BRI ke-126.

Dikutip dari promo.bri.co.id, Desa BRIlian adalah program pembangunan desa yang diinisiasi oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam rangka mendorong inovasi berkelanjutan untuk desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dari 1000 desa yang diseleksi, Desa Ketapanrame menjadi salah satu dari 10 desa di Indonesia yang ditentukan sebagai Desa BRIlian sebagaimana penilaian yang telah ditetapkan oleh pihak BRI.

Atas keberhasilannya dalam program Desa BRilian, Desa Ketapanrame mendapatkan CSR sebesar Rp 1 Miliar sebagai dana untuk mengembangkan potensi wisata dan pembangunan yang bersifat berkelanjutan. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana di kawasan Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong, guest house, serta gapura agar terlihat lebih menarik.

Dalam prosesnya, BRI diketahui akan mendampingi Desa Ketapanrame dalam menggunakan dana yang diberikan serta melakukan pembinaan kepada pengurus desa dalam memperkenalkan manajemen keuangan dasar serta penggunaan teknologi dalam urusan pengelolaan keuangan desa.

Prestasi bergengsi yang diberikan untuk Desa Ketapanrame ini tentu saja merupakan buah dari kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pengembangan maupun pemeliharaan potensi wisata. Peran dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Ketapanrame menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh, terutama dalam memberdayakan masyarakat desa serta mengembangkan unit-unit usaha yang mampu menarik wisatawan dari seluruh penjuru Indonesia.

Taman Ghanjaran dan Wisata Sawah Sumber Gempong adalah dua dari banyak unit usaha yang dikelola oleh BUMDes Mutiara Welirang dan menjadi dua tempat wisata yang paling digemari oleh wisatawan, baik lokal maupun yang berasal dari luar Mojokerto. Taman Ghanjaran sendiri menawarkan wahana bermain yang bersifat edukatif serta menjajakan berbagai macam kuliner lezat, sementara Sumber Gempong menawarkan wisata sawah khas pedesaan, kolam renang, dan pemandian.

Sementara itu, melalui program Desa BRIlian ini, BRI berupaya untuk mendorong potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Ketapanrame, termasuk dua unit usaha BUMDes yang dinilai potensial dalam menarik lebih banyak wisatawan. Desa Ketapanrame dinilai aktif dalam melakukan transformasi agar desa dan masyarakatnya menjadi semakin maju. Diketahui bahwa Desa Ketapanrame telah melakukan kerja sama dengan BRI sejak tahun 2020 dan kemudian memenuhi syarat untuk masuk ke dalam daftar 10 Desa BRIlian batch ke-2 yang dilaksanakan pada tahun 2021. Sebagian besar masyarakat Desa Ketapanrame juga adalah pengguna rekening BRI melalui program usaha unit wisata.

Bukan hal yang mudah bagi Desa Ketapanrame untuk menjadi salah satu dari 10 Desa BRIlian. Banyak komponen dan penilaian yang harus dilalui oleh desa, di antaranya yaitu jumlah warga yang telah mengenal layanan perbankan, manajemen keuangan, serta penggunaan teknologi dalam berbagai kegiatan transaksi dan akuntansi. Ditambah lagi, jumlah desa yang bersaing mencapai angka ribuan, sehingga antara kepala desa, pengurus BUMDes, hingga masyarakat Desa Ketapanrame harus bersinergi untuk membangun desa yang maju, mandiri, dan mampu mengelola sumber daya dengan baik.

Meskipun begitu, BRI tidak serta merta hanya memberikan Rp 1 miliar kepada desa, akan tetapi dilakukan pengawalan dan pembinaan agar dana tersebut digunakan dengan baik untuk kepentingan pembangunan desa. Melalui BRI Peduli, BRI menargetkan program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak baik bagi warga Desa Ketapanrame, terutama dalam meningkatkan perekonomian desa dan membangun desa yang berdaya.


Selasa, 13 Desember 2022

Mengenal Unit-unit Usaha BUMDes Mutiara Welirang

BUMDes merupakan badan usaha yang dibentuk dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa. Sebagian besar modal BUMDes juga berasal dari kontribusi masyarakat desa, sehingga masyarakat desa sendiri juga memiliki peran dalam mensejahterakan desa. Melalui BUMDes sebagai perantara terwujudnya tujuan tersebut, BUMDes diharapkan dapat melayani kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya, salah satunya dengan cara menciptakan Unit Usaha yang bisa memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan desa.

Unit usaha BUMDes merupakan badan usaha milik BUMDes yang dibuat untuk memberikan pelayanan bagi warga desa dengan tujuan untuk menyejahterakan warga desa itu sendiri. Unit Usaha BUMDes terbagi menjadi beberapa bidang yaitu bidang layanan, bidang keuangan, bidang penyewaan, bidang perantara, bidang perdagangan, dan induk usaha.

Sebagai Badan usaha yang sudah berbadan hukum, BUMDes Mutiara Welirang Desa Ketapanrame juga mengelola beberapa unit usaha yang sudah membantu memakmurkan masyarakat Desa Ketapanrame. Hingga saat ini, BUMDes Mutiara Welirang sudah memiliki dan mengelola lima Unit Usaha, yaitu:

1.  Unit Jasa Pengelolaan Air Minum (BPAM)

Badan Pengelola Air Minum (BPAM) Tirto Tentrem merupakan unit yang bertanggung jawab atas pendistribusian yang merata terhadap air minum kepada masyarakat di Desa Ketapanrame. BPAM menyediakan kebutuhan warga masyarakat dalam hal mencukupi ketersediaan air, memenuhi kebutuhan usaha-usaha masyarakat terhadap air dan kebutuhan-kebutuhan pervillaan dengan perlakuan khusus, dan memenuhi kebutuhan usaha pengisian tangki air warga yang nantinya akan dijual kepada perusahaan air minum.

2.  Unit Pengelolaan Kebersihan Lingkungan

Unit pengelolaan kebersihan lingkungan adalah unit yang menangani sampah rumah

tangga di desa ketapanrame. Unit pengelolaan sampah melakukan pengambilan sampah setiap hari senin dan kamis pukul 9.00 WIB di setiap rumah warga dan villa. Setelah mengambil sampah maka sampah di bawa ke TPA. Biaya yang di pungut untuk warga 8.000, untuk rumah usaha 25.000 dan usaha menangah keatas sesuai volume sampahnya.

3.  Unit Pengelolaan Wisata

Unit Pengelolaan Wisata merupakan unit yang bertanggung jawab atas kegiatan pengelolaan obyek wisata (termasuk pujasera) dan bertanggung jawab atas kegiatan investasi warga desa terhadap objek wisata yang dibangun di Desa Ketapanrame. Unit Wisata bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan Wisata Taman Ghanjaran & Taman Bermain, bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan Pujasera Taman Ghanjaran, bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan Wisata Sumber Gempong, dan bertanggung jawab atas investasi warga desa Ketapanrame terhadap objek wisata yang ada di Desa Ketapanrame

4.  Unit Pengelolaan Kios dan Kandang Ternak

Unit Pengelolaan Wisata merupakan unit yang bertanggung jawab atas kegiatan pengelolaan dan penyewaan kios dan juga kandang ternak. Unit pengelolaan kios dan kandang ternak bertanggung jawab atas pengelolaan dan penyewaan lahan untuk pelaku usaha di Desa Ketapanrame, bertanggung jawab atas pengelolaan dan penyewaan lahan untuk kandang ternak di Desa Ketapanrame.

5.  Unit Simpan Pinjam dan Kemitraan

Unit usaha ini berdiri pada tahun 2020 untuk memberikan pinjaman kepada warga yang membutuhkan. Untuk kemitraan unit ini bekerjasama untuk mengurus lahan parkir. Unit ini memberikan pinjaman kepada warga dengan tenor 10 bulan tanpa diberlakukannya bunga. Selain itu kegiatan usahanya adalah pengelolaan parkir di dlundung bekerjasama dengan Perum Perhutani.

BUMDes Mutiara Welirang akan selalu aktif melakukan pembaharuan dan meningkatkan kualitas dari setiap Unit Usaha BUMDes sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. BUMDes Mutiara Welirang akan selalu berusaha melayani masyarakat desa dengan pelayanan terbaik. Demi terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Ketapanrame.


Senin, 05 Desember 2022

BUMDes Mutiara Welirang Mengikuti Kegiatan “Penarikan Mahasiswa Magang Bersertifikat Syncore Indonesia JC GAS batch 3”

Pada hari Sabtu tanggal 26 November 2022, BUMDes Mutiara Welirang mengikuti kegiatan “Penarikan Mahasiswa Magang Bersertifikat Syncore Indonesia JC GAS batch 3” secara online melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT. Syncore Indonesia sebagai bentuk peresmian kepulangan peserta Magang Bersertifikat Junior Consultant Batch 3 yang telah menyelesaikan tugasnya dalam membantu dan mendampingi mitra Bumdes PT. Syncore Indonesia. Acara ini dihadiri oleh pihak PT. Syncore Indonesia, perwakilan BUMDes, dan juga para mahasiswa magang Junior Consultant.

PT Syncore Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi, pengembangan system, penyedia training dan media. PT. Syncore Indonesia telah melatih dan mendampingi banyak mitra-mitra mereka. Baik melakukan pendampingan secara online, maupun pendampingan secara langsung. BUMDes Mutiara Welirang merupakan salah satu mitra BUMDes dari PT. Syncore Indonesia.

Kedatangan mahasiswa magang bersertifikat yang diturunkan oleh PT. Syncore Indonesia merupakan salah satu kegiatan yang dibuat oleh PT. Syncore Indonesia yang bekerjasama dengan program milik pemerintah yaitu Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Mahasiswa magang dari Syncore akan diberi pembekalan dan pelatihan sebagai Junior Consultant. Junior Consultant akan menjadi perwakilan dari Syncore untuk mendampingi dan membantu mitra-mitra Syncore. Syncore kemudian menyebarkan dan menurunkan mahasiswa magang kepada mitra-mitra Syncore agar mitra bisa mendapatkan pendampingan secara langsung dalam waktu kurang lebih 2 bulan.

BUMDes Mutiara Welirang kedatangan 7 mahasiswa magang Junior Consultant pada Senin 19 September 2022. Ketujuh mahasiswa magang terbagi menjadi 4 bagian, yaitu Business Development, Finance, Customer Relationship Manajemen, dan Digital Media. Masing-masing bagian memiliki tugas untuk mendampingi dan membantu mitra BUMDes sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing.

Direktur BUMDes Mutiara Welirang, Bapak Herwanto menyebutkan bahwa ide menurunkan mahasiswa magang Junior Consultant langsung ke BUMDes lebih efektif dari pada hanya melakukan pendampingan secara online melalui Zoom Meeting. Dari kegiatan ini kedua pihak dapat bertukar pengalaman dan perspektif dengan lebih leluasa. Banyak sekali manfaat yang dirasakan BUMDes berkat kegiatan ini walau waktu yang diberikan hanya 2 bulan saja. BUMDes merasa sangat terbantu dengan kedatangan Junior Consultant dari Syncore. Pak Herwanto juga berharap agar kegiatan ini dapat terus dijalankan di tahun-tahun berikutnya.

PT. Syncore Indonesia melalui programnya yang bernama Bumdes.id juga sudah banyak memberikan pelatihan-pelatihan dan pendampingan yang sangat membantu BUMDes dalam pengembangkan usaha desa tersebut. Namun dengan adanya penurunan mahasiswa magang Junior Consultant secara langsung ke kantor-kantor BUMDes memberikan pengalaman baru yang lebih segar dan juga lebih menyenangkan daripada hanya melakukan pendampingan secara online. BUMDes dan para mahasiswa magang Junior Consultant dapat bersama-sama mengeksplor hal-hal baru yang dapat membantu BUMDes untuk semakin maju. Saling bekerjasama dan juga dapat membangun relasi dengan orang-orang baru. Kegiatan Magang Junior Consultant ini dapat bermanfaat bagi pihak BUMDes maupun bagi mahasiswa magang itu sendiri.

BUMDes Mutiara Welirang optimis bisa menjadi lebih besar dari sekarang. Dengan melihat program-program kerja dan target-target yang sudah tercapai di awal tahun, kedepannya akan banyak program-program lain yang berhasil dilaksanakan. Harapannya, semoga BUMDes Mutiara Welirang bisa menjadi badan usaha desa yang mampu menghidupi desa dan warga masyarakat.

Semoga kegiatan pendampingan mahasiswa magang Junior Consultant ke mitra BUMDes dapat dilaksanakan sampai tahun-tahun yang akan datang dan tidak berhenti sampai disini saja. Semoga program ini menjadi lebih baik seiring dengan perkembangan waktu, sehingga dapat memberikan manfaat lebih banyak lagi, terutama bagi BUMDes Mutiara Welirang.


Kamis, 01 Desember 2022

Intip Penghargaan yang Dianugerahkan Kepada BUMDes Mutiara Welirang, Mulai Tingkat Provinsi Hingga Nasional!


Prestasi Desa Ketapanrame di tingkat regional dan Nasional dipuji oleh Bupati Mojokerto, Ikhfina Fahmawati. Menurut Bupati Ikhfina Fahmawati, Desa Ketapanrame pintar melihat peluang dan menangkapnya hingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Mojokerto pada saat meresmikan Wisata Sawah Sumber Gempong pada Sabtu (18/12).

Bupati Mojokerto juga memuji pengelolaan Pemerintah Desa Ketapanrame yang baik sehingga mampu mendapatkan berbagai prestasi di tingkat nasional hingga nasional. Peluang yang dimaksud dalam hal ini adalah potensi di bidang pariwisata yang kemudian mampu dikelola dengan baik oleh Desa Ketapanrame.


Melalui tagline “Sobo Ketapanrame” yang merupakan branding pariwisata Desa Ketapanrame, Bupati Mojokerto mengharapkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Kesuksesan Desa Ketapanrame dalam mengelola pariwisata kemudian dijadikan sebagai potret sukses pemaksimalan potensi desa dengan baik.


Pembangunan daerah yang dimulai dari tingkat desa sejatinya telah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Melalui kesuksesan Desa Ketapanrame, Bupati Mojokerto berharap desa-desa lain dapat mengikuti ambisi dalam memperkuat ekonomi yang berbasis kerakyatan. Bupati Mojokerto juga menyebut kesuksesan tersebut tidak luput dari dukungan dan keterlibatan stakeholders.


Desa Berdaya, sebagai inti acara tersebut merupakan salah satu dari 3 program andalan Provinsi Jawa Timur di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Adapun ketiga program tersebut antara lain yakni Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa), Penguatan Permodalan BUMDESA (Paman Desa), dan program Desa Berdaya.


Penghargaan Desa Berdaya diberikan kepada Desa Ketapanrame oleh Bupati Mojokerta sebab telah menjadi desa yang mandiri dan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakatnya dari bidang pariwisata dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki.


Secara keseluruhan, terdapat 548 desa yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan total anggaran sekitar Rp 48 miliar. Di Kabupaten Mojokerto sendiri, dana desa telah dialokasikan untuk 14 desa dengan dana sebesar Rp 2,4 miliar. 


Dengan disahkannya program Desa Berdaya, Bupati Mojokerto berharap seluruh desa dapat meningkatkan serta mengembangkan potensi yang dimiliki dengan mengedepankan kreativitas, inovasi, dan produktivitas agar mampu bersaing.


Berdasarkan catatan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Desa Ketapanrame telah meraih banyak penghargaan bergengsi, beberapa di antaranya yaitu:


  1. Juara 1 lomba Bumdes Terbaik 2020 Kabupaten Mojokerto.

  2. Juara 1 lomba Bumdes Terbaik 2020 Provinsi Jawa Timur.

  3. Juara 1 sebagai Desa Sejahtera Astra (DSA) 2020 Oleh Astra Indonesia.

  4. Juara 2 Desa Brilian se-Indonesia oleh BRI 2021.

  5. Juara 1 lomba Video Wisata Desa se-Kabupaten Mojokerto 2021.

  6. Juara 2 lomba Video Kreatif Usaha Ekonomi Perdesaan se-Provinsi Jawa Timur 2021.

  7. Sebagai Desa Prospektif Good Governance Pengelolaan Keuangan Desa Terbaik Tahun 2021 dari Dirjen Perbendaharaan Kanwil Provinsi Jawa Timur Kementerian Keuangan.

  8. Kategori 300 besar Desa Wisata Nusantara Tahun 2021 dan 2022 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

  9. Sebagai Tokoh Inspiratif Pariwisata Kabupaten Mojokerto 2022.

  10. Peraih Desa Wisata Terbaik Kabupaten Mojokerto 2022.

  11. Peraih Wisata Alam Terbaik Kabupaten Mojokerto untuk Sumber Gempong tahun 2022.

  12. Peraih Bumdes Terbaik dalam Penghargaan Community Development and Engagement BUMDes Award Nasional 2022.

  13. Kategori 10 Besar Dewi Cemara  Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 (desa wisata cerdas, mandiri dan  sejahtera).


Foto: Beberapa piagam penghargaan yang dipajang di kantor BUMDes Mutiara Welirang


Selain itu, Desa Ketapanrame juga meraih juara 3 BUMDes Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan ITS Surabaya 2020, dan menduduki posisi 10 besar Desa Brilian se-Indonesia oleh BRI batch 1 tahun 2021.


Banyaknya penghargaan dan kejuaraan yang diperoleh Desa Ketapanrame menjadikan desa ini sebagai potret desa yang sukses mengembangkan potensi wisatanya untuk menjadi desa yang mandiri, sesuai dengan tujuan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.