Selasa, 06 Desember 2022

Wisata Sawah Sumber Gempong, Wisata Terpopuler di Mojokerto

Wisata Sawah Sumber Gempong merupakan tempat wisata alam dan edukasi yang dikelola oleh BUMDes Mutiara Welirang dengan bantuan masyarakat Desa Ketapanrame. Tempat wisata ini dibangun sebagai bentuk kesadaran banyak pihak akan potensi wisata yang ada di Desa Ketapanrame dan mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten Mojokerto, perguruan tinggi, dan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah Desa ketapanrame bersama dengan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan juga BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa) juga berusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan kesempatan bagi masyarakat desa untuk bersama-sama mengelola Sumber Gempong. Sehingga dibuatlah Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang diberi nama “RAKASIWI”.


Sumber Gempong berada di Dusun Sukorame, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sumber Gempong mulai dibuka pada tahun 2018. Sawah hijau yang membentang luas dan juga pegunungan yang menjulang tinggi menjadi pemandangan utama dari Wisata Sawah Sumber Gempong. Pemandangan pedesaan yang asri dengan hawa yang sejuk membuat Sumber Gempong menjadi pilihan tepat untuk melepas penat dari kesibukan sehari-hari.


Sumber Gempong memiliki kawasan persawahan seluas 5 hektare. Fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung Sumber Gempong antara lain ada gazebo, dangau sawah, wahana permainan, kolam pemandian, terapi ikan, warung makan, camping ground, dan guest house.


Gazebo

Sumber Gempong memiliki banyak gazebo yang tersebar di banyak tempat. Pengunjung dapat duduk bersantai di gazebo sambil menikmati pemandangan alam yang asri.


Dangau Sawah

Dangau sawah merupakan gubuk atau rumah kecil yang terletak ditengah sawah. Pengunjung dapat bersantai didalam dangau sawah sambil menikmati pemandangan sawah yang hijau dan juga angin yang berhenbus sejuk.


Wahana Permainan

Ketika berkunjung ke Sumber Gempong, pengunjung dapat menaiki berbagai macam wahana permainan seperti kereta sawah, bebek air, ayunan jantra, becak terbang, sepeda layang, atv, dan kuda tunggang. Wahana yang menjadi favorit pengunjung Sumber Gempong adalah kereta sawah, bebek air dan juga atv.


Kolam Pemandian dan kolam terapi ikan

Pengunjung juga dapat berenang di kolam pemandian Sumber Gempong, mengambil selfie ditengah-tengah sawah, dan bersantai merendamkan kaki di kolam terapi ikan.


Warung Makan

Warung makan Sumber Gempong diberi nama “Griya Tetedan”. Ada banyak menu yang ditawarkan oleh Griya Tetedan, seperti nasi pecel sambel tumpang, nasi soto daging, nasi rawon, nasi babat, nasi empok, lalapan ayam laos, krengsengan, nasi bakar, dan lain-lain.


Camping Ground

Sumber Gempong menyediakan area Camping Ground bagi pengunjung yang ingin merasakan camping di pedesaan yang asri. Pengunjung tidak perlu kebingungan meminjam tenda karena Sumber Gempong menyediakan tenda yang dapat disewa pengunjung yang ingin camping di Sumber Gempong.


Guest House

Pengunjung tidak perlu kebingungan jika ingin mencari tempat menginap. Karena Sumber Gempong juga menyediakan fasilitas Guest House yang  juga berada di area Sumber Gempong. Pengunjung akan menempati kamar yang menghadap langsung dengan memandangan sawah dan gunung, yang pastinya sejuk dan juga nyaman.


Wisata Sawah Sumber Gempong mulai ramai dari pengunjung lokal sampai pengunjung luar kota, dan menjadi salah satu wisata terpopuler di Mojokerto. Dengan memanfaatkan sumber air dan persawahan yang terbentang luas, dan juga lokasi yang strategis, menjadikan Sumber Gempong tempat yang cocok untuk liburan bagi semua kalangan, terutama bagi pengunjung yang menyukai wisata alam. Sumber Gempong cocok dikunjungi bersama teman-teman dan juga bersama keluarga.


Senin, 05 Desember 2022

BUMDes Mutiara Welirang Mengikuti Kegiatan “Penarikan Mahasiswa Magang Bersertifikat Syncore Indonesia JC GAS batch 3”

Pada hari Sabtu tanggal 26 November 2022, BUMDes Mutiara Welirang mengikuti kegiatan “Penarikan Mahasiswa Magang Bersertifikat Syncore Indonesia JC GAS batch 3” secara online melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT. Syncore Indonesia sebagai bentuk peresmian kepulangan peserta Magang Bersertifikat Junior Consultant Batch 3 yang telah menyelesaikan tugasnya dalam membantu dan mendampingi mitra Bumdes PT. Syncore Indonesia. Acara ini dihadiri oleh pihak PT. Syncore Indonesia, perwakilan BUMDes, dan juga para mahasiswa magang Junior Consultant.

PT Syncore Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi, pengembangan system, penyedia training dan media. PT. Syncore Indonesia telah melatih dan mendampingi banyak mitra-mitra mereka. Baik melakukan pendampingan secara online, maupun pendampingan secara langsung. BUMDes Mutiara Welirang merupakan salah satu mitra BUMDes dari PT. Syncore Indonesia.

Kedatangan mahasiswa magang bersertifikat yang diturunkan oleh PT. Syncore Indonesia merupakan salah satu kegiatan yang dibuat oleh PT. Syncore Indonesia yang bekerjasama dengan program milik pemerintah yaitu Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Mahasiswa magang dari Syncore akan diberi pembekalan dan pelatihan sebagai Junior Consultant. Junior Consultant akan menjadi perwakilan dari Syncore untuk mendampingi dan membantu mitra-mitra Syncore. Syncore kemudian menyebarkan dan menurunkan mahasiswa magang kepada mitra-mitra Syncore agar mitra bisa mendapatkan pendampingan secara langsung dalam waktu kurang lebih 2 bulan.

BUMDes Mutiara Welirang kedatangan 7 mahasiswa magang Junior Consultant pada Senin 19 September 2022. Ketujuh mahasiswa magang terbagi menjadi 4 bagian, yaitu Business Development, Finance, Customer Relationship Manajemen, dan Digital Media. Masing-masing bagian memiliki tugas untuk mendampingi dan membantu mitra BUMDes sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing.

Direktur BUMDes Mutiara Welirang, Bapak Herwanto menyebutkan bahwa ide menurunkan mahasiswa magang Junior Consultant langsung ke BUMDes lebih efektif dari pada hanya melakukan pendampingan secara online melalui Zoom Meeting. Dari kegiatan ini kedua pihak dapat bertukar pengalaman dan perspektif dengan lebih leluasa. Banyak sekali manfaat yang dirasakan BUMDes berkat kegiatan ini walau waktu yang diberikan hanya 2 bulan saja. BUMDes merasa sangat terbantu dengan kedatangan Junior Consultant dari Syncore. Pak Herwanto juga berharap agar kegiatan ini dapat terus dijalankan di tahun-tahun berikutnya.

PT. Syncore Indonesia melalui programnya yang bernama Bumdes.id juga sudah banyak memberikan pelatihan-pelatihan dan pendampingan yang sangat membantu BUMDes dalam pengembangkan usaha desa tersebut. Namun dengan adanya penurunan mahasiswa magang Junior Consultant secara langsung ke kantor-kantor BUMDes memberikan pengalaman baru yang lebih segar dan juga lebih menyenangkan daripada hanya melakukan pendampingan secara online. BUMDes dan para mahasiswa magang Junior Consultant dapat bersama-sama mengeksplor hal-hal baru yang dapat membantu BUMDes untuk semakin maju. Saling bekerjasama dan juga dapat membangun relasi dengan orang-orang baru. Kegiatan Magang Junior Consultant ini dapat bermanfaat bagi pihak BUMDes maupun bagi mahasiswa magang itu sendiri.

BUMDes Mutiara Welirang optimis bisa menjadi lebih besar dari sekarang. Dengan melihat program-program kerja dan target-target yang sudah tercapai di awal tahun, kedepannya akan banyak program-program lain yang berhasil dilaksanakan. Harapannya, semoga BUMDes Mutiara Welirang bisa menjadi badan usaha desa yang mampu menghidupi desa dan warga masyarakat.

Semoga kegiatan pendampingan mahasiswa magang Junior Consultant ke mitra BUMDes dapat dilaksanakan sampai tahun-tahun yang akan datang dan tidak berhenti sampai disini saja. Semoga program ini menjadi lebih baik seiring dengan perkembangan waktu, sehingga dapat memberikan manfaat lebih banyak lagi, terutama bagi BUMDes Mutiara Welirang.


Kamis, 01 Desember 2022

Intip Penghargaan yang Dianugerahkan Kepada BUMDes Mutiara Welirang, Mulai Tingkat Provinsi Hingga Nasional!


Prestasi Desa Ketapanrame di tingkat regional dan Nasional dipuji oleh Bupati Mojokerto, Ikhfina Fahmawati. Menurut Bupati Ikhfina Fahmawati, Desa Ketapanrame pintar melihat peluang dan menangkapnya hingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Mojokerto pada saat meresmikan Wisata Sawah Sumber Gempong pada Sabtu (18/12).

Bupati Mojokerto juga memuji pengelolaan Pemerintah Desa Ketapanrame yang baik sehingga mampu mendapatkan berbagai prestasi di tingkat nasional hingga nasional. Peluang yang dimaksud dalam hal ini adalah potensi di bidang pariwisata yang kemudian mampu dikelola dengan baik oleh Desa Ketapanrame.


Melalui tagline “Sobo Ketapanrame” yang merupakan branding pariwisata Desa Ketapanrame, Bupati Mojokerto mengharapkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Kesuksesan Desa Ketapanrame dalam mengelola pariwisata kemudian dijadikan sebagai potret sukses pemaksimalan potensi desa dengan baik.


Pembangunan daerah yang dimulai dari tingkat desa sejatinya telah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Melalui kesuksesan Desa Ketapanrame, Bupati Mojokerto berharap desa-desa lain dapat mengikuti ambisi dalam memperkuat ekonomi yang berbasis kerakyatan. Bupati Mojokerto juga menyebut kesuksesan tersebut tidak luput dari dukungan dan keterlibatan stakeholders.


Desa Berdaya, sebagai inti acara tersebut merupakan salah satu dari 3 program andalan Provinsi Jawa Timur di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Adapun ketiga program tersebut antara lain yakni Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa), Penguatan Permodalan BUMDESA (Paman Desa), dan program Desa Berdaya.


Penghargaan Desa Berdaya diberikan kepada Desa Ketapanrame oleh Bupati Mojokerta sebab telah menjadi desa yang mandiri dan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakatnya dari bidang pariwisata dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki.


Secara keseluruhan, terdapat 548 desa yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan total anggaran sekitar Rp 48 miliar. Di Kabupaten Mojokerto sendiri, dana desa telah dialokasikan untuk 14 desa dengan dana sebesar Rp 2,4 miliar. 


Dengan disahkannya program Desa Berdaya, Bupati Mojokerto berharap seluruh desa dapat meningkatkan serta mengembangkan potensi yang dimiliki dengan mengedepankan kreativitas, inovasi, dan produktivitas agar mampu bersaing.


Berdasarkan catatan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Desa Ketapanrame telah meraih banyak penghargaan bergengsi, beberapa di antaranya yaitu:


  1. Juara 1 lomba Bumdes Terbaik 2020 Kabupaten Mojokerto.

  2. Juara 1 lomba Bumdes Terbaik 2020 Provinsi Jawa Timur.

  3. Juara 1 sebagai Desa Sejahtera Astra (DSA) 2020 Oleh Astra Indonesia.

  4. Juara 2 Desa Brilian se-Indonesia oleh BRI 2021.

  5. Juara 1 lomba Video Wisata Desa se-Kabupaten Mojokerto 2021.

  6. Juara 2 lomba Video Kreatif Usaha Ekonomi Perdesaan se-Provinsi Jawa Timur 2021.

  7. Sebagai Desa Prospektif Good Governance Pengelolaan Keuangan Desa Terbaik Tahun 2021 dari Dirjen Perbendaharaan Kanwil Provinsi Jawa Timur Kementerian Keuangan.

  8. Kategori 300 besar Desa Wisata Nusantara Tahun 2021 dan 2022 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

  9. Sebagai Tokoh Inspiratif Pariwisata Kabupaten Mojokerto 2022.

  10. Peraih Desa Wisata Terbaik Kabupaten Mojokerto 2022.

  11. Peraih Wisata Alam Terbaik Kabupaten Mojokerto untuk Sumber Gempong tahun 2022.

  12. Peraih Bumdes Terbaik dalam Penghargaan Community Development and Engagement BUMDes Award Nasional 2022.

  13. Kategori 10 Besar Dewi Cemara  Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 (desa wisata cerdas, mandiri dan  sejahtera).


Foto: Beberapa piagam penghargaan yang dipajang di kantor BUMDes Mutiara Welirang


Selain itu, Desa Ketapanrame juga meraih juara 3 BUMDes Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan ITS Surabaya 2020, dan menduduki posisi 10 besar Desa Brilian se-Indonesia oleh BRI batch 1 tahun 2021.


Banyaknya penghargaan dan kejuaraan yang diperoleh Desa Ketapanrame menjadikan desa ini sebagai potret desa yang sukses mengembangkan potensi wisatanya untuk menjadi desa yang mandiri, sesuai dengan tujuan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.


Jumat, 25 November 2022

BUMDes Ketapanrame Gandeng Universitas Surabaya untuk Majukan Desa Wisata Sumber Gempong


Desa Ketapanrame adalah salah satu desa di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur yang menyimpan banyak sekali potensi sumber daya. Pengembangan sumber daya tersebut pada dasarnya dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahateraan masyarakat desa, setidaknya hal ini yang berusaha dilakukan oleh Universitas Surabaya (Ubaya) di Desa Ketapanrame. Bersama dengan pengurus desa, masyarakat, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pihak Universitas Surabaya melakukan serangkaian kegiatan pengembangan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan potensi Desa Ketapanrame. Kegiatan tersebut melibatkan peran mahasiswa dan juga tenaga pendidik dari berbagai fakultas di Universitas Surabaya.

Kegiatan ini lebih mengutamakan pengembangan potensi desa wisata, mengingat potensi wisata dan bentang alam Desa Ketapanrame begitu besar. Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk memperluas destinasi wisata yang ada di Desa Ketapanrame, sekaligus melakukan rebranding agar masyarakat dapat menerima kekayaan alam dan budaya yang ditawarkan oleh Desa Ketapanrame.


Pengembangan wilayah wisata dilakukan di daerah kawasan wisata Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Agar membuatnya lebih menarik, mahasiswa dari Universitas Surabaya mendirikan beberapa spot bagi wisatawan untuk berfoto, membuat kostum dan seragam menarik, serta meningkatkan pemahaman akan menariknya budaya tari di Desa Ketapanrame. 


Melalui konsep edu tourism, yakni pariwisata berbasis pendidikan atau pembelajaran, wisatawan Sumber Gempong nantinya bisa menikmati keindahan alam yang ditawarkan oleh kawasan wisata Sumber Gempong sekaligus mendapatkan wawasan akan budaya baru yang berharga. Mahasiswa Universitas Surabaya juga membuat ‘Pojok Dolanan’, yakni sebuah area wahana bermain yang nantinya akan diisi oleh ragam permainan tradisional yang dapat dimainkan oleh para wisatawan, baik anak-anak maupun orang dewasa.


Di bidang usaha, Universitas Surabaya juga menggencarkan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk pelaku-pelaku usaha yang berlokasi di sekitar kawasan Sumber Gempong. Ada banyak kegiatan pelatihan dan pendampingan yang diberikan secara berkala, beberapa di antaranya adalah sesi edukasi mengenai pemilihan menu serta inovasi menu, penggunaan alat makan unik yang didesain secara khusus dari kopi untuk menarik perhatian dan memberikan kesan bagi wisatawan, serta mengedukasi pelaku usaha tentang media promosi yang efektif, yakni melalui pemanfaatan konten media sosial, baik Facebook maupun Instagram.


Penggunaan kopi sebagai bahan mendesain alat makan didasarkan pada potensi Desa Ketapanrame yang kaya akan hasil kopinya. Melihat peluang ini, Universitas Surabaya berusaha melakukan rebranding dengan memperkenalkan produk kopi unggulan khas Desa Ketapanrame yang diberi nama "Kopi Banggoel". Peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola kopi difokuskan oleh Universitas Surabaya dengan menggencarkan pelatihan kepada masyarakat guna mendongkrak popularitas kopi dari Desa Ketapanrame. Selain minuman kopi, kawasan Sumber Gempong di Desa Ketapanrame juga memproduksi banyak produk olahan kopi yang menarik, seperti kue arabica, kue rangin, nastar kelapa, dan teh buah kopi. 


Tidak lupa, Universitas Surabaya juga berupaya untuk mengembangkan rumah-rumah penginapan (Homestay) di sekitar Sumber Gempong dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu Desa Ketapanrame dalam membuat dekorasi rumah yang menarik sehingga dapat meningkatkan impresi dari wisatawan.


Pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Universitas Surabaya di Desa Ketapanrame diakhiri dengan diresmikannya Kawasan Wisata Sawah Sumber Gempong dan Festival Desa Berdaya pada awal Desember 2021 lalu dengan harapan agar masyarakat Desa Ketapanrame dapat mengandalkan penghasilan asli dari desa berbasis sustainable tourism dan community based-tourism. Melalui pengembangan ini, diharapkan Desa Ketapanrame dapat terus mempertahankan potensi wisatanya untuk jangka waktu yang panjang.


Sabtu, 11 September 2021

SEJARAH Terbentuknya BUMDesa Ketapanrame

 

Berawal dari permasalahan kebutuhan air minum masyarakat yang tidak tertata dengan baik, meskipun sumber mata air sangat cukup dan potensial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa maka pada pertengahan tahun 1978 dengan adanya ABRI Masuk Desa ( AMD ) bersama masyarakat bergotong royong membangun perpipaan jaringan dan bak penampungan air minum yang dialirkan dari mata air SUMBERBEJO sampai dengan lokasi pemukiman penduduk untuk Dusun Ketapanrame. Hasil dari kegiatan ini masyarakat dapat dengan mudah menyalurkannya kerumah – rumah sesuai dengan kebutuhan masing - masing.

Pada tahun 1987 bersamaan dengan pengembangan kawasan pemukiman oleh beberapa developer di wilayah Desa Ketapanrame, maka  dibentuklah suatu lembaga Desa untuk mengelola air minum dengan nama HIPPAM “TIRTO TENTREM” (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) dengan maksud agar penggunaan air minum bisa tertata dengan baik dan dapat mendapatkan kontribusi yang cukup untuk kegiatan operasional pengelolaan.

Seiring berjalannya waktu konsumen / pengguna air minum baik itu penduduk setempat maupun penghuni kawasan pervilaan semakin lama semakin bertambah, menjadikan sumber pendapatan baru yang cukup besar dan sangat menjanjikan.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto  sebagai salah satu sumber pendapatan baru untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga pengelolaan air minum Desa mulai pertengahan tahun 1995 dikelola oleh PDAM Kabupaten Mojokerto dengan mekanisme kerjasama bagi hasil. Harapan baik nantinya bisa dikelola secara professional dan lebih menguntungkan bagi Desa, akan tetapi dalam pelaksanannya menjadi beban masyarakat karena tarif pemakaian dan ketentuan yang ditetapkan dirasa merugikan Desa dan masyarakat.

Desakan masyarakat semakin kuat sehingga pada tahun 1998 pengelolaan air minum Desa diserahkan kembali ke HIPPAM “TIRTO TENTREM”. Sejak dikelola kembali oleh HIPPAM “TIRTO TENTREM” selama kurun waktu hampir 3 tahun, sampai dengan tahun 2000 masih belum bisa optimal dan belum bisa berjalan seperti yang diharapkan. Banyak permasalahan – permasalahan yang harus diselesaikan baik itu internal Lembaga pengelola maupun dari pihak – pihak lain yang masih ikut campur dalam kegiatan pengelolaannya.

Untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan, atas prakarsa dan inisiasi dari Pemerintah Desa melalui Forum Musyawarah Desa pada tahun 2001 dibentuklah Badan Usaha Milik Desa dengan ditetapkannya Peraturan Desa Ketapanrame No. 05 tahun 2001 tentang Badan Usaha Milik Desa sektor Air Minum dengan nama BPAM Tirto Tentrem.

Terbentuknya Bumdes ini diharapkan bisa menjadi Lembaga bisnis Desa yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan nantinya dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan Pendapatan Asli Desa.

Guna mempercepat maksud dan tujuan dari Program Pembangunan Desa sesuai dengan Visi yang ingin diwujudkan oleh Pemerintah Desa maka Bumdes yang merupakan tulang punggung bagi Desa sebagai kontributor terhadap pendapatan Desa diharapkan dapat meningkatan kesejahteraan masyarakat Desa. Dengan pertimbangan tersebut pada tahun 2008 dilakukan revitalisasi Bumdes dengan ditetapkannya Peraturan Desa Ketapanrame Nomer 3 Tahun 2008 Tentang Badan Usaha Milik Desa Sektor Pengelolaan Air Minum Desa.

Dengan semangat dan dorongan masyarakat upaya perbaikan dan penyempurnaan menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Desa melalui penguatan Lembaga maupun peningkatan kapasitas Lembaga. Hal ini dipandang perlu agar Bumdes mampu berkembang dalam menjalankan kegiatan usahanya sebagai motor penggerak perekonomian Desa secara luas.

Untuk mewujudkan maksud dan tujuan tersebut maka ditetapkan Peraturan Desa No 5 Tahun 2010 Tentang Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes Ketapanrame ). Peraturan Desa ini menjadi dasar lahirnya Unit Usaha baru sehingga keberadaan Bumdes benar - benar bisa menjadi daya ungkit bergeraknya roda perekonomian Desa menuju perbaikan dan kemajuan kesejahteraan masyarakat Desa.

Untuk Unit Pengelolaan Air Minum secara khusus dibuatkan ketentuan – ketentuan yang mengatur teknis pelaksanaan dengan ditetapkannya Peraturan Kepala Desa Ketapanrame Nomer 01 Tahun 2010 Tentang Pedoman Dasar Pengelolaan BADAN USAHA MILIK DESA Unit Usaha Sektor Air Minum BPAM Tirto Tentrem.

Dengan berjalannya waktu pengelolaan Air Minum Desa mengalami peningkatan baik tingkat kualitas dan kwantitas pelayanan maupun peningkatan laba usaha yang dihasilkan.

Suatu kegiatan usaha tentunya ada beberapa kekurangan dan keterbatasan. Dengan semakin meningkatnya perkembangan penduduk yang juga disertai dengan meningkatnya kebutuhan air minum masyarakat, seringkali mucul kendala dan masalah terkait dengan kecukupan debit air yang disalurkan ke masyarakat sehingga perlu solusi dan penyelesaian. Hadirnya program PAMSIMAS pada tahun 2014 di Desa Ketaparame merupakan salah satu jalan keluar terhadap permasalahan yang ada. Beberapa lingkungan pemukiman sering megalami kekurangan air karena volume jaringan masih kecil dan sebagiannya ada yang belum mendapatkan hak akses penyambungan saluran rumah tangga ( SR ). Program PAMSIMAS dengan total anggaran sebesar Rp. 241.300.000 yang didalmnya termasuk inkind dan incash dipergunakan untuk pembesaran pipa jaringan dan pembuatan tandon air, sehingga kebutuhan air minum masyarakat dapat tercukupi dan terlayani dengan baik.

Program PAMSIMAS yang pada awalnya dikelola oleh KP-SPAMS karena beberapa pertimbangan dari Pemerintah Desa agar pengelolaan air minum dilakukan oleh satu Lembaga Desa yaitu Bumdes, maka pada tahun 2015 berdasarkan kesepakatan musyawarah Bersama antara KKM, pengurus KP-SPAMS, pengurus Bumdes, BPD, Pemerintah Desa, Perwakilan masyarakat pengguna air dan pihak terkait lainnya, selanjutnya menetapkan bahwa asset yang didapat dari program PAMSIMAS diserahkan kepada Desa untuk dikelolakan kepada Bumdes agar bisa dimanfaatkan dan dilestarikan untuk kepentingan masyarakat Desa. Hasil dari penggabungan asset ini memberikan dampak yang sangat positif bagi keberlangsungan pengelolaan air minum yang ada di Desa Ketapanrame yang disertai dengan semakin membaiknya sanitasi yang ada di Desa. Terbukti pada 27 April 2018 Desa Ketapanrame mendapatkan sertifikat Open Devecation Free ( ODF ) dari Bupati Mojokerto. Selain daripada itu beberapa penghargaan dari Instansi dan Institusi lain diantaranya :

1.      Juara 1 Lomba Pelaksana Gotong Royong Terbaik Tahun 2018 Kabupaten Mojokerto

2.      Juara 1 Lomba BUMDesa Terbaik Tahun 2020 Provinsi Jawa Timur

3.      Juara 1 Lomba Desa Sejahtera ASTRA (DSA) Tahun 2020 oleh ASTRA Internasional

4.      Kategori 10 Besar Desa Brilian Tahun 2021 se-Indonesia oleh BRI

Beberapa Prestasi dan Penghargaan ini menjadi semangat untuk tetap berproses agar lebih baik lagi dimasa mendatang.


Jumat, 19 Maret 2021

Sumber Gempong wisata edukasi alam dan pertanian


 Desa Ketapanrame kembali berinovasi dengan membuat wisata alam dan edukasi di lahan tanah kas desa yang berada di dusun Sukorame, pembangunan wisata alam ini adalah bentuk diferensiasi produk dari Taman Ghanjaran dimana masyarakat saat ini mulai menggandrungi tempat - tempat wisata yang berkonsep etnik. Pembangunan wisata ini juga merupakan bentuk dukungan dari pemerintah provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten Mojokerto, perguruan tinggi, dan seluruh lapisan masyarakat yang kini mulai sadar akan potensi wisata yang ada do desa Ketapanrame.

Pemerintah Desa ketapanrame bersama dengan BPD ( Badan Permusyawaratan Desa ) dan BUMDesa ( Badan Usaha Milik Desa ) terus bersinergi dan berupaya untuk selalu memberikan ruang gerak bagi masyarakat dengan terciptanya kelompok sadar wisata yang di namakan RAKASIWI. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan tanpa membatasi kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat, wisata ini juga mulai ramai dari pengunjung lokal dan luar kota. Lokasi yang sangat strategis, memanfaatkan sumber air dan persawahan yang terbentang luas menjadikan lokasi ini cocok untuk liburan dari semua kalangan. Terdapat kolam renang, Pujasera dan tempat selfie di tengah - tengah hamparan sawah yang dilengkapi dengan gazebo milik warga masyarakat

Rabu, 17 Maret 2021

Taman Ghanjaran





      
Wisata Taman Ghanjaran merupakan salah satu Tanah Kas Desa yang dikelola oleh sub Unit Wisata BUMDesa ketapanrame, lokasi ini terletak di Dusun Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur. Pembangunan Taman Wisata Ghanjaran ini direncanakan tahun 2015 dan terealisasi pada tahun 2018 akhir melalui bantuan keuangan kabupaten. Dulu sebelum dibangun Taman Wisata seperti saat ini, lokasi tersebut adalah lahan pertanian yang di kelola oleh warga setempat, hasil panen yang terus mengalami penurunan membuat pengelolaan lahan ini menjadi terhenti sehingga memunculkan beberapa ide yang dituangkan dalam musyawarah desa untuk merubah lokasi ini menjadi Destinasi Wisata. 

    Pada tahun 2019 Taman Ghanjaran hanya mampu menyerap tenaga kerja dan pelaku usaha sebanyak 107 kepala keluarga, dikarenakan hanya terdapat taman bunga dan pujasera. Hal ini menimbulkan polemik di masyarakat, banyak yang ingin turut berpartisipasi akan tetapi terkendala dengan lahan yang sangat terbatas. Pada pertengahan tahun 2020, Kepala Desa Ketapanrame berinovasi untuk membangun investasi Kelompok Usaha Bersama Wahana Permainan. 

    Melalui musyawarah desa investasi masyarakat terkumpul dana sebesar Rp. 3.800.000.000 ( Tiga milyar delapan ratus juta rupiah ) dari 432 Kepala keluarga dengan ketentuan 1 ( satu ) kepala keluarga hanya boleh menginvestasikan maksimal sebesar Rp. 10.000.000 ( Sepuluh juta rupiah ) dari dana tersebut di buatlah Sarana Wahana Permainan diantaranya, Komedi Putar, Cinema 9D, bioskop VR, Tagada, Carousel, Skybike dan bangunan yang menjadi lokasi wahana permainan. Pembukaan yang direncanakan bulan Juli 2020 terpaksa ditunda dikarenakan pandemi yang melanda tanah air, pengelola hanya melaksanakan pembukaan dengan acara yang sangat sederhana. Namun hal itu tidak mengecilkan tekad pihak pengelola, melalui protokol kesehatan yang sangat ketat, aturan yang mewajibkan bagi pengunjung untuk memakai masker dan selalu mencuci tangan serta menjaga jarak membuat Taman Wisata ini bisa bertahan di masa pandemi tanpa melakukan PHK karyawan, Tahun 2020 Unit Wisata ini mampu menyerap pelaku usaha sebanyak 870 Kepala Keluarga